Rimpu Perisai Aurat Siwe Mbojo
Rimpu merupakan kata yang memiliki makna yang sangat terhormat di hati
para wanita Bima, hal ini dikarenakan rimpu merupakan cara wanita Bima metupi
seluruh auratnya secara tradisional pada zaman dulu.
Jauh
sebelum peradaban berpakaian hadir di dana
Mbojo (tanah Mbojo), wanita Mbojo sudah dengan sigap menutup apa yang tidak
boleh diperlihatkan dari dirinya, dengan makna filosofis yang sangat tinggi
rimpu mampu menjadikan raga setiap wanita Mbojo menjadi terhormat dan berharga.
Selsain
bukti ketaatan diri kepada Allah SWT,
rimpu dalam kehidupan sehari-hari siwe
Mbojo (wanita Mbojo) mencerminan identitas yang mereka junjung tinggi.
Berbeda status sosial maka akan berbeda pula cara wanita Bima untuk menutup
auratnya. Terdapat tiga metode penggunaan rimpu di Mbojo yang mencerminkan
identitas mereka. Berikut penjelasannya :
1. Rimpu
cili
Jika dia masih gadis atau belum menikah
maka wanita itu akan menggunakan rimpunya dengan gaya rimpu cili, cili berarti
sembunyi artinya pesona yang terlihat dari gadis Bima itu hanya kedua matanya
saja. Batasan yang boleh terlihat yaitu mulai dari kelopak atas mata, mendekati
bulu mata atas di bawah alis lalu untuk bagian
bawahnya batasan yang boleh terlihat tepat di bawah bulu mata. Dengan kata
lain. Hanya mata dan bulu mata saja yang terlihat.
2. Rimpu
colo
Rimpu colo adalah cara para wanita Mbojo yang sudah
berumah tangga atau yang statusnya sudah menikah menutup auratnya. Cara menggunakannya
yaitu dengan memperlihatkan bagian wajah dan tidak menutup sebagian pada
wajahnya.
Salah satu hal yang unik dari rimpu ini adalah kain yang mereka
gunakan. Tidak boleh bisa sembarangan kain digunakan untuk berimpu melainkan
haruslah kain khas suku Mbojo yang bernama tembe
nggoli (sarung nggoli).


Semoga ini menambah wawasan bagi yang menbaca tentang kebudayaan BIMA-DOMPU
BalasHapusRimpunya keren
BalasHapusWah. luar biasa. Ternyata rimpu seperti itu. mengagumkan.
BalasHapusApakah rimpu masih digunakan sampai sekarang?
BalasHapusAlhamdulillah masih ada tapi sangat sedikit, yg menggunakannya sekarang paling hanya ibu-ibu yg sudah berusia lanjut.
HapusSiapa yang memakai rimpu penasaran? ๐๐
BalasHapusHahaha yg pasti dia gadis Bima.
HapusApakah masih samapi sekarang???
BalasHapusMasih, tapi sudah sangat sedikit yg menggunakannya.
HapusMakasih infonya.. ๐๐๐
BalasHapusRimpu hijab ala Bima. Ngomong-ngomong viewnya horor amat.
BalasHapusHehehe yg penting isinya ndak horor kak.
HapusKerenn
BalasHapusMantap jiwa. Jdi nambh wawasan
BalasHapusLuar biasa, dan siapa yang memakai rimpu itu?
BalasHapusYg pasti dia gadis Bima pak hahaha.
HapusLuar biasa, dan siapa yang memakai rimpu itu?
BalasHapusArtikel ini sangat bermanfaat.
BalasHapusWaah tradisi yg sangat unik ๐
BalasHapusmantapssss
BalasHapusGood information
BalasHapusGood information
BalasHapusApakah ada perbedaan antara rimpu yang digunakan oleh laki-laki dan wanita?
BalasHapusInfo yg bermanfaat๐
BalasHapusTrimakasih infonya๐
BalasHapusLuar biasaaa
BalasHapusApa budaya itu masih sampai sekarang??
BalasHapusArtikelx bagus..
BalasHapusInfonya sangat bermanfaat, menambah wawasan saya dan pembaca lainnya.
BalasHapusWalaupun gak ke bima tapi pernah liat waktu acara MTQ nasinonal yg diadakan di Mataram beberapa bulan lalu. Unik, lucu, warna-warni lagi๐
BalasHapusilmu yg bermanfaat
BalasHapusSngat bermanfaat, terimakasih.
BalasHapus