Fitua Kitab Sakral Dou Mbojo


Bima atau Mbojo merupakan salah satu suku yang berada di ujung timur pulau sumbawa provinsi Nusa Tenggara Barat. Suku Mbojo ini merupakan salah satu suku yang memiliki banyak cerita yang unik dan menarik mulai dari sejarah penamaannya, tradisi, pakaian adat, cara bertahan hidup, dan naskah- naskah kuno yang dijadikan pedoman oleh masyarakat Bima atau dou Mbojo dalam kehidupannya.
            Dulunya, daerah diujung timur pulau sumbawa ini tidaklah dikenal dengan sebutan Bima melainkan dikenal dengan sebutan Mbojo, namun terdapat beberapa kisah dan peristiwa sejarah yang panjang sehingga membuat daerah di ujung timur pulau sumbawa itu lebih dikenal dengan sebutan Bima.
            Mbojo dulunya berasal dari kata babuju yang artinya dana atau tanah.  Daera Bima pada abad-abad dahulu lebih dikenal dengan sebuatan Dana Babuju yang menjadi Dana Mbojo. Mengapa dikatakan Babuju ? Hal ini dikarenakan masyarakat Bima atau dou Mbojo meyakini bahwa mereka adalah orang-orang yang berasal dari tanah, hidup dari tanah, dan akan kembali ke tanah.
            Diabad-abad dahulu masyarakat Bima atau dou Mbojo sudah memegang berbagai macam nilai yang mereka tulis dan mereka kumpulkan dalam suatu naskah yang disebuat ‘fitua’. Fitua merupakan kumpulan naskah-naskah kuno dou Mbojo yang berisi tentang nilai kehidupan yang sangat sakral pada zaman dahulu. Bahkan sebelum agama islam datang dan tersebar di dana Mbojo, dou Mbojo pada zaman itu sudah memegang kepercayannya sendiri dan bahkan mereka pada zaman itu tidak menyembah berhala seperti patung, pohon, matahari, dan lain sebagainya.
            Fitua sesungguhnya memiliki arti ngaji tua. Isinya tentang ajaran kosmologi Mbojo dengan pokok dou (orang atau manusia), dana (tanah), dan Ruma (Tuhan). Setalah islam masuk di dana Mbojo maka ngaji sambea menjadi titik tekan pitua dengan penjelasan yang lebih kompleks dan mendalam.
Dewasa ini naskah keramat dou Mbojo itu sudah sangat sulit ditemukan di dana Mbojo  namun beberapa nilai yang ada dalam naskah ini masih dijadikan semboyan oleh masyarakat asli suku Mbojo seperti nilai maja labo dahu, katada pu rawi ma tedi ka tedipu rawi ma tada, nggahi rawi pahu, ngaha aina ngoho, toho para ndai sura pa dou labo dana.

            Baiklah sekian dulu artikel kali ini, nantikan penjelasan lebih rinci dan lebih panjang pada artikel selanjutnya. 

Komentar

  1. Wah makasih pengetahuan saya tentang bima bertambah

    BalasHapus
  2. Good information, jadi lebih tau tentang mbojo 😊

    BalasHapus
  3. Good information, jadi lebih tau tentang mbojo 😊

    BalasHapus
  4. Terima kasih ini sangat bermanfaat 😊

    BalasHapus
  5. Artikel yg menarik, ditunggu postingan selanjutnya:)

    BalasHapus
  6. Artikel yang sangat menarik untuk dibahas, sangat bermanfaat terimakasih sudah berbagi wawasan...

    BalasHapus
  7. Alhamdulillah,artikelnya menambah wawasan sy, terimakasih sangt bermanfaat. 😊

    BalasHapus
  8. Infonya bermanfaat buat wawasan pengetahuan.

    BalasHapus
  9. Infonya sangat bermanfaat. Terimakasih yaaa.

    BalasHapus
  10. Semoga kita dapat melestarikan kebudayaan kita 😊 terimakasih sudah membagi informasih 😊

    BalasHapus
  11. Dou mbojo tidak jauh dengan islaminya 😍
    Hidup Bima 😍

    BalasHapus
  12. Tradisi ini sangan unik dan menarik,,patut dilestarikan.

    BalasHapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  14. Thank you ;-)
    artikel anda sangat inspiratif semoga bermanfaat bagi banyak orang dan saya sebagai orang sasak jadi lebih tahu tentang budaya-budaya yang ada di Indonesia termasuk budaya mbojo AMAZING ★★★

    BalasHapus
  15. Sangat bermanfaat terimakasi postingannya

    BalasHapus
  16. keren juga dou mbojo, jika sasak mempunyai Piagam Gumi Sasak maka mbojo juga Punya Vitua.

    BalasHapus
  17. Apakah naskah keramat dou mbojo masih ada sampai sekrang ???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah masih sekrang ini sangat sulit ditemukan.

      Hapus
  18. Good Information. Suka😍😍

    BalasHapus
  19. Terimakasih informasinya, menambah wawasan saya.

    BalasHapus
  20. Terimakasih atas informasinya☺

    BalasHapus
  21. Wah. luar biasa. sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  22. Wah. luar biasa. sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  23. Wah. luar biasa. sangat bermanfaat.

    BalasHapus
  24. Makasi yaa untuk infonya heheh nambah wawasan

    BalasHapus
  25. Jadi lebih tau budaya-budaya lainnya.. Terimakasih informasinya,, di tunggu artikel yang lainnya..😊

    BalasHapus
  26. Filosofinya bagus banget😍

    BalasHapus
  27. Luar biasa bermanfaat informasinya.

    BalasHapus

Posting Komentar